Budi menilai kondisi tersebut mengalami perubahan sejak era Reformasi dan pemerintahan Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie. MATAKIN mencatat setelah reformasi 1998, organisasi tersebut kembali dapat menyelenggarakan musyawarah nasional pada Agustus 1998.

Dia menyebut sejarah MATAKIN sendiri telah berlangsung panjang. Embrio organisasi tersebut berdiri pada 17 Maret 1900, kemudian mengalami pembekuan pada masa pendudukan Jepang dan kembali bangkit pada 1955.

Dia juga mengingatkan bahwa umat Khonghucu memiliki jejak dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Salah satunya melalui Djiauw Kie Siong, pemilik rumah di Rengasdengklok yang menjadi tempat Soekarno dan Mohammad Hatta bersama sejumlah pemuda menjelang proklamasi kemerdekaan.

Keberadaan rumah tersebut sebagai lokasi Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok juga tercatat dalam dokumentasi kebudayaan pemerintah.

Budi mengatakan pengalaman sejarah tersebut menjadi konteks penting bagi dirinya ketika kini dipercaya menjadi anggota Wantimpres.