"Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga," katanya.

Ia mengingatkan bahwa vaksinasi HPV bukan akhir dari upaya pencegahan kanker serviks. Pemeriksaan berkala tetap perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pesan tersebut sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menempatkan vaksinasi HPV, serta skrining dan penanganan lesi prakanker rangkaian pencegahan kanker serviks.

Vaksinasi membantu menurunkan risiko, sedangkan skrining bertujuan menemukan perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.

Lebih lanjut, Sri Suparni mendorong peserta menjadi penggerak kesehatan di keluarga dan lingkungan masing-masing.