Dengan demikian, manfaat kegiatan diharapkan berlanjut setelah peserta menerima layanan. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan bersama keluarga.

Selain pencegahan kanker serviks, Sri Suparni menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan payudara. Ia mengajak perempuan mengenali kondisi tubuh dan berkonsultasi jika menemukan perubahan.

“Kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Kehadiran layanan SADANIS dalam kegiatan ini melengkapi vaksinasi HPV dengan pemeriksaan yang berbeda tujuan. Keduanya menjadi bagian dari ajakan untuk lebih aktif mengakses layanan kesehatan.

Ke depan, Sri Suparni berharap jangkauan pemeriksaan, termasuk mamografi, dapat diperluas. Harapan tersebut diarahkan agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah memperoleh akses terhadap fasilitas deteksi dini kanker.