Purbaya menyinggung kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini rata-rata masih di kisaran 5%. Kondisi ini belum cukup kuat untuk mendorong industrialisasi dan menciptakan lapangan kerja formal dalam jumlah besar.
"Cuma kan sekarang kelas menengah nggak dapet, gitu kan. Kelas menengah pendapatannya turun. Ya itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kan selama ini pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5% rata-rata ya. Kalau di bawah 5% itu terjadilah deindustrialisasi dan lain-lain kan. Akibatnya penciptaan lapangan kerja formal berkurang," bebernya.
Purbaya mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi perlu didorong hingga di atas 6%-6,5% agar penciptaan lapangan kerja formal semakin kuat.