NADIKABAR.COM — Setiap 17 Agustus, bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut jalan, perkampungan, hingga depan gedung-gedung pemerintahan. Meriahnya pemasangan bendera Merah Putih dilakukan dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI pada 1945.
Namun, tahukah pembaca bahwa bendera warna merah putih sudah dipakai jauh sebelum 17 Agustus 1945? Bahkan pada 1922, mahasiswa Indonesia di Belanda sudah lebih dulu menggunakan bendera berwarna merah putih.
Lantas, seperti apa sejarah awal penggunaan warna merah putih hingga dipakai sebagai bendera nasional?
Jauh sebelum ada Indonesia, bahkan sebelum era kerajaan Nusantara, nenek moyang dari bangsa Austronesia sudah mempercayai kombinasi warna merah putih. Merah dianggap sebagai lambang ibu, bumi, tanah lahir, elemen darah, sedangkan putih dianggap sebagai lambang langit, kesucian, dan dimensi spiritual, demikian dilansir Puslapdik Kemendikdasmen RI.
Bagi bangsa Austronesia, merah-putih melambangkan keseimbangan alam semesta. Kombinasi warna ini dipercaya sebagai sumber kekuatan.
Sementara dalam tradisi Jawa Kuno, konsep merah putih juga muncul dalam makanan bubur (jenang). Jenang abang (merah) dan putih dianggap melambangkan asal-usul manusia dari ayah dan ibu.
Warna merah melambangkan keberanian, energi, kekuatan hidup, dan unsur kewanitaan (darah ibu), sedangkan putih melambangkan kesucian, niat tulus, dan unsur ayah.