Awalnya, proyek penghijauan di China mengalami tantangan. Banyak tanaman yang ditanam tidak cocok dengan lahan kering.
Namun, ambisi jangka panjang menjadikan semua lini baik masyarakat maupun pemerintah, terus berjuang. Tutupan hutan di wilayah 'Great Green Wall' meningkat dari 5 persen pada 1978 menjadi 14 persen pada 2023.
Kondisi ini juga menurunkan frekuensi dan intensitas badai debu. Efeknya, kualitas udara di kota-kota yang berada di arah angin, terutama Beijing, menjadi lebih baik, demikian menurut Nature.
Penelitian baru menunjukkan bahwa megaproyek besar ini sudah berfungsi sebagai penyerap karbon vital, membantu menstabilkan lingkungan setempat. Pada 2024, pemerintah mengumumkan penyelesaian penghijauan sepanjang 3.046 kilometer di sekitar gurun melalui penanaman miliaran pohon dan semak.
Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas California, Riverside, juga menyebut proyek ini telah memberikan dampak yang terukur baik pada ekosistem lokal maupun siklus karbon global.