Konsistensi China dalam menjalankan proyek ini menghasilkan generasi yang peduli lingkungan. Salah satunya Shi Jianyang yang mempelajari teknologi kehutanan di universitas.

Usai lulus pada 2020, ia bekerja di bidang pengendalian gurun. Timnya, yang awalnya hanya terdiri dari tujuh atau delapan pemuda setempat, kemudian merekrut lulusan universitas dengan keahlian di bidang ilmu tanah, lansekap, dan pengendalian hama, demikian dikutip dari Global Times.

Shi dan timnya menghabiskan lebih dari 40 hari di hutan seluas lebih dari 330 hektare untuk membuat plot sampel, mengukur curah hujan, mempelajari mikroorganisme tanah, dan melacak rebah pohon. Mereka juga menggunakan teknologi seperti drone untuk melakukan patroli hutan dari udara serta irigasi yang dapat dikelola dari jarak jauh.

Selama sekitar satu dekade terakhir, wilayah gurun di China telah menjadi rumah bagi ladang tenaga surya dan angin berskala besar. Panel surya juga memberikan naungan, memerangkap kelembapan, menurunkan suhu tanah, dan membantu mengurangi penguapan.

Sampai saat ini, proyek penghijauan di China masih terus dilakukan. Keberhasilannya disorot secara global karena strategi jangka panjang yang bisa berkelanjutan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.