Peneliti menyiapkan dua jenis pelapis cangkir untuk menguji pengaruh tekstur. Pelapis pertama memiliki permukaan kasar dari amplas, sedangkan yang kedua menggunakan kertas kraft yang terasa lebih halus.
Keduanya dililitkan pada cangkir berisi kopi hitam bersuhu 68 derajat Celsius. Sebanyak 92 peserta yang matanya ditutup diminta meminum kopi dari kedua cangkir secara bergantian.
Peserta kemudian diminta menilai rasa kopi yang mereka minum. Urutan menyentuh tekstur kasar dan halus ternyata memberikan pengaruh terhadap persepsi tingkat keasaman kopi.
Peserta yang pertama kali menyentuh permukaan kasar lalu beralih ke permukaan halus lebih mungkin menilai kopi kedua terasa kurang asam.
Sebaliknya, efek tersebut tidak ditemukan pada peserta yang menyentuh permukaan halus terlebih dahulu.
Menurut peneliti, tekstur kasar secara mental dapat dikaitkan dengan rasa yang lebih asam. Sementara itu, permukaan halus diasosiasikan dengan rasa asam yang lebih ringan.
Efek tersebut juga berkaitan dengan adaptasi sensorik saat seseorang mencicipi minuman berulang kali.