Setelah merasakan tekstur kasar, sentuhan halus dapat memperkuat kesan rasa asam yang lebih ringan sehingga kopi terasa kurang asam.

Profesor psikologi kognitif sekaligus pemimpin penelitian, Atsunori Ariga, mengatakan temuan ini dapat membuka cara baru dalam memilih cangkir atau pelapis sesuai selera.

Menurutnya, membawa cangkir atau pelapis sendiri juga dapat mendorong perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

"Temuan ini dapat mengarah pada cara baru memilih cangkir atau pelapis yang menonjolkan preferensi rasa pribadi," ujar Atsunori Ariga.

Studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal akademik internasional Multisensory Research pada 3 Juni.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman menikmati kopi ternyata tidak hanya dipengaruhi lidah dan aroma, tetapi juga sensasi yang diterima tangan.