Meskipun tidak berkaitan dengan rasa manis, jenis golongan darah secara genetik mempengaruhi ketertarikan nyamuk. Beberapa penelitian entomologi menemukan bahwa nyamuk, khususnya spesies Aedes aegypti, lebih sering hinggap pada individu dengan golongan darah O dibandingkan dengan golongan darah A atau B.
Nyamuk juga mengandalkan penglihatan untuk menemukan sasaran. Penggunaan pakaian berwarna gelap seperti hitam, biru tua, atau merah membuat siluet tubuh terlihat lebih kontras di mata nyamuk dibandingkan dengan pakaian berwarna terang atau netral.
Darah yang manis tidak pernah ada dalam literatur ilmiah penjelas gigitan nyamuk. Faktor metabolisme, senyawa kimia pada kulit, serta profil genetik individual Dialah yang menentukan seberapa sering seseorang menjadi sasaran gigitan.