NADIKABAR.COM β€” Istilah "darah manis" sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari untuk menjelaskan mengapa seseorang selalu menjadi incaran utama nyamuk, sementara orang lain di sebelahnya sama sekali tidak dikerumuni serangga penghisap darah ini.

Namun, secara medis dan biologis, darah yang "manis" karena kadar gula atau rasa tertentu hanyalah mitos belaka. Nyamuk betina yang membutuhkan protein dalam darah untuk memproduksi telur tidak tertarik pada rasa darah, melainkan pada sinyal-sinyal kimiawi dan fisik yang dipancarkan oleh tubuh manusia.

Berikut adalah 5 faktor ilmiah utama yang menyebabkan nyamuk lebih sering menggigit orang-orang tertentu, sebagaimana diungkap CDC dan beberapa sumber lain:

Nyamuk melacak mangsanya dari jarak jauh menggunakan organ khusus yang sensitif terhadap karbondioksida. Orang yang memiliki laju metabolisme tinggi, seperti orang dewasa, wanita hamil, atau orang yang baru selesai berolahraga, menghembuskan CO2 dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini membuat mereka menjadi target yang paling mudah terdeteksi oleh nyamuk.

​​​​​​​Saat tubuh memanas dan mengeluarkan keringat, nyamuk akan dengan mudah menangkap sinyal tersebut. Keringat manusia mengandung senyawa kimia seperti asam laktat, asam urat, dan amonia. Kombinasi antara suhu tubuh yang hangat dan aroma asam laktat ini merupakan daya tarik kuat bagi nyamuk dari jarak dekat.

Kulit manusia dihuni oleh miliaran bakteri alami (mikrobioma) yang memecah senyawa keringat menjadi bau badan yang khas. Komposisi dan keanekaragaman bakteri di kulit setiap orang berbeda-beda. Studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki jenis bakteri kulit tertentu dalam jumlah tinggi cenderung memproduksi aroma yang jauh lebih disukai oleh nyamuk.

Meskipun tidak berkaitan dengan rasa manis, jenis golongan darah secara genetik mempengaruhi ketertarikan nyamuk. Beberapa penelitian entomologi menemukan bahwa nyamuk, khususnya spesies Aedes aegypti, lebih sering hinggap pada individu dengan golongan darah O dibandingkan dengan golongan darah A atau B.

Nyamuk juga mengandalkan penglihatan untuk menemukan sasaran. Penggunaan pakaian berwarna gelap seperti hitam, biru tua, atau merah membuat siluet tubuh terlihat lebih kontras di mata nyamuk dibandingkan dengan pakaian berwarna terang atau netral.

Darah yang manis tidak pernah ada dalam literatur ilmiah penjelas gigitan nyamuk. Faktor metabolisme, senyawa kimia pada kulit, serta profil genetik individual Dialah yang menentukan seberapa sering seseorang menjadi sasaran gigitan.