"Musim kemarau itu bisa menjadi lebih panjang karena El Niño. Akibatnya, ketersediaan ilalang dan hutan yang kering menjadi rentan untuk terbakar," jelasnya

Rijal mengatakan, kondisi tersebut dapat diperparah oleh cuaca panas dan angin kencang, yang mempercepat penyebaran api.

Namun, ia menggarisbawahi, El Niño pada dasarnya merupakan faktor yang menciptakan kondisi lingkungan semakin kering dan mudah terbakar. El Niño bukan sumber api yang secara langsung menyebabkan kebakaran.

Sejumlah potensi sumber api karhutla menurut Rijal yakni:

Rijal menjelaskan, karakteristik lahan gambut memperbesar risiko karhutla. Gambut yang kehilangan kelembapan dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Api juga dapat merambat hingga ke bawah permukaan gambut. Akibatnya, proses pemadaman api menjadi jauh lebih sulit.

"Serbuk-serbuk kecil dari gambut yang kering juga bisa terbakar," kata Rijal.

Berikut sejumlah langkah pencegan karhutla yang menurut Rijal dapat menyasar sumber api: