Rijal menuturkan, berdasarkan keterangan Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan bukan merupakan bencana alam murni. Penyebabnya banyak berkaitan dengan aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun tidak, alias karena kelalaian.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Jawa KemenLH, Eduward Hutapea, SSi, M H, dalam laman resmi KemenLH. Eduward menekankan, karhutla pada dasarnya merupakan bencana yang dapat dicegah dan dikendalikan.

Jika kebakaran terus berulang, menurut Eduward, persoalan utamanya bukan terletak pada kemampuan memadamkan api, melainkan pada belum optimalnya sistem pencegahan dan mitigasi.

Eduward menambahkan, kebakaran hutan dan lahan bukanlah kejadian insidental, melainkan risiko berulang yang harus dikelola secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis mitigasi. Namun, data menunjukkan, ancaman karhutla di Indonesia belum pernah benar-benar hilang.

Merujuk pada data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang juga dikutip dalam Global Assessment Report (GAR) 2024 United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), Eduward merinci luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada 2023 mencapai sekitar 1,16 juta hektare.

Angka tersebut kemudian turun pada 2024 menjadi sekitar 376.805 hektare, tetapi belum habis hingga hari ini. Sementara itu, titik-titik panas bermunculan di wilayah rawan.

Eduward menilai karhutla bukan hanya soal sektor lingkungan hidup atau kehutanan, tetapi juga tata ruang, pertanian, perkebunan, penegakan hukum, pemerintahan daerah, hingga pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menurutnya harus dimulai sejak pencegahan.

Ia juga menekankan perlunya pengawasan wilayah rawan sebelum masuk musim kemarau yang saat ini dinilai masih lemah. Langkah ini menurut Eduward perlu, mengingat data hotspot dan riwayat kebakaran selama bertahun-tahun menujukkan lokasi-lokasi yang berulang kali terbakar dari tahun ke tahun.