Dikutip dari laman The Conversation, apabila tidur optimal didefinisikan sebagai durasi tidur yang berkaitan dengan kondisi kesehatan terbaik, sejumlah penelitian berskala besar memang menunjukkan bahwa durasi yang paling ideal berada di kisaran delapan jam.
Namun, penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Mei 2026 memberikan gambaran yang lebih beragam. Penelitian tersebut mengkaji hubungan tim redaksi tidur dan proses penuaan pada berbagai organ. Berdasarkan pemindaian otak dan tubuh serta pengukuran molekuler, peneliti memperkirakan kebutuhan tidur optimal berada di tim redaksi 6,4 dan 7,8 jam, bergantung pada jenis kelamin serta organ yang menjadi objek pengamatan.
Dengan demikian, delapan jam tidur tidak dapat dianggap sebagai aturan mutlak yang berlaku bagi semua orang. Durasi tersebut bisa menjadi waktu yang tepat bagi seseorang, tetapi mungkin terlalu sedikit atau justru terlalu banyak bagi orang lain.
Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia 26 hingga 64 tahun mendapatkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap hari. Meski begitu, sebagian orang dewasa mungkin memiliki kebutuhan tidur yang lebih rendah atau lebih tinggi, yakni sekitar enam hingga 10 jam.
Pada akhirnya, kebutuhan tidur merupakan sesuatu yang bersifat individual. Karena itu, delapan jam sebaiknya tidak dipandang sebagai angka yang wajib dicapai setiap malam, melainkan sebagai salah satu bagian dari rentang kebutuhan tidur yang dapat berbeda pada setiap orang.