"Namun, sebagian satwa seperti burung laut, kelelawar, dan serangga terbang dapat bertahan sekaligus berperan sebagai agen penyebar biji," imbuhnya.

Proses tersebut menjadi pintu masuk bagi suksesi primer. Setelah permukaan pulau tertutup batuan vulkanik, organisme pionir seperti mikroba, lumut, dan jamur mulai tumbuh.

Seiring perubahan substrat dan kondisi lingkungan, rerumputan, semak, perdu, hingga pohon-pohon kecil secara bertahap berkembang dan membentuk hutan muda.

"Proses suksesi primer dapat berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun, bergantung pada kondisi lingkungan dan keberadaan agen penyebar biji," jelasnya.