Lava yang mendingin membentuk batuan vulkanik yang kemudian mengalami pelapukan. Bersama abu dan material organik, proses tersebut dapat berkontribusi pada pembentukan tanah kaya mineral.
Material vulkanik di laut juga dapat menjadi substrat bagi karang. Sementara gua lava, kawah, dan tebing baru dapat menjadi rumah bagi kelelawar, burung, kadal, serta organisme lainnya.
Mengingat Gunung Anak Krakatau berada dalam kawasan konservasi berupa cagar alam, Agus menekankan agar membiarkan proses alami berlangsung. Menurutnya, konservasi perlu dilakukan dengan mencegah spesies asing invasif, tidak mengenalkan tanaman dari luar, dan melakukan pemantauan erupsi, tsunami, vegetasi, dan satwa liar jangka panjang.
"Krakatau adalah laboratorium alam proses suksesi primer. Tugas konservasi bukan mengembalikan alam seperti semula, tetapi melindungi proses suksesi alami agar berjalan dengan baik," pungkasnya.