NADIKABAR.COM — Kedok janji manis beasiswa kuliah kedokteran di China yang ditawarkan Kepala Desa (Kades) di Banyuwangi berinisial AS (34) akhirnya terbongkar sepenuhnya. Korban yang telah menyetorkan uang ratusan juta rupiah ternyata tidak dapat status sebagai mahasiswa kedokteran.
Peristiwa ini bermula saat korban, IYW, tergiur membiayai anaknya, MRR, masuk Fakultas Kedokteran Hainan Medical University melalui program yang ditawarkan tersangka sejak pertengahan 2025.
Rentetan kejanggalan mulai mencuat saat proses keberangkatan pada 21 September 2025 di Bandara Juanda tertunda akibat tersangka terlambat datang hingga boarding pass ditutup.
Tersangka kemudian mengalihkan rute penerbangan via Bali. Di sinilah terungkap fakta awal bahwa tiket keberangkatan nyatanya dibeli pakai uang pribadi rekan tersangka, bukan dari dana yang disetorkan korban.
Aksi tipu-tipu oknum Kades ini terbongkar secara utuh begitu korban tiba kembali di tanah air. Anak korban mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa program yang dijalaninya di China bukanlah program beasiswa S1 Kedokteran, melainkan sekadar program persiapan bahasa selama satu tahun.
Status kepastian kuliah kedokteran baru bisa diperoleh apabila korban mampu lulus ujian HSK4 terlebih dahulu. Sementara itu, seluruh dana pembayaran tiket penerbangan dan operasional yang telah ditransfer korban justru ditilep dan digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya.
Kasus penipuan ini telah ditangani oleh Polresta Malang Kota. Tersangka AS-oknum Kades asal Banyuwangi-resmi ditahan dan dijerat pasal penipuan dan penggelapan KUHP setelah terbukti menipu korban berinisial IYW hingga merugi ratusan juta rupiah melalui brosur program "Kuliah Hebat" PT Indo Universia Multinasional.
"Benar, karena kasus tipu gelap yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita lakukan penahanan," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo, Senin (31/8/2026).
Aji mengungkapkan bahwa tersangka sempat bertindak tidak kooperatif selama proses penyidikan awal dengan mengabaikan panggilan kepolisian.
"Tersangka dipanggil dua kali tidak hadir, kemudian kami lakukan pemanggilan paksa. Saat ini telah dilakukan pemeriksaan intensif," ungkap Aji.