"Saya beberapa kali terkena limit penggunaan AI yang saya gunakan untuk membaca dan mengolah dokumen dalam jumlah besar. Prosesnya harus dikerjakan secara bertahap dan dicicil, tidak bisa diselesaikan dalam sekali proses. Saya juga harus utak-atik sendiri tampilan dan struktur website, coba-coba sampai terasa pas dipakai, semuanya dikerjakan di sela kesibukan mengajar dan keluarga," ungkapnya.
Melalui aplikasi ini, guru tinggal memilih kelas, fase, dan mapel. Maka teks CP yang relevan akan langsung muncul lengkap dengan tombol salin.
Platform yang ia buat juga bukan sekadar kumpulan file. Bahkan, di dalamnya terdapat CP fase fondasi dan CP SLB yang paling kerap sulit ditemukan.
Sarjan juga membagikan Cepein melalui akun Instagram. Kolom komentar mengonfirmasi dugaannya, ada banyak guru mengalami permasalahan yang sama.
"Yang sebenarnya dibutuhkan guru bukan dokumen yang lebih baik, tapi cara mengakses yang sama sekali berbeda: bisa difilter, bisa langsung disalin, tanpa harus membongkar file panjang setiap kali butuh satu potongan teks saja, dan yang paling penting, bisa di akses kapan saja. Dari situ saya putuskan bentuknya harus aplikasi berbasis website, bukan lagi berkas," sebutnya.
Akses untuk website ini juga gratis, sebab tujuan Sarjan memang untuk menutup kesenjangan yang dialaminya sendiri, bukan mencari untung dari kesulitan sesama guru. Menurutnya ada dua hal yang layak jadi renungan dari pengalamannya ini.