NADIKABAR.COM — Punya keterbatasan fisik atau disabilitas sering jadi batu sandungan yang amat besar untuk menuju dunia kerja. Kejelasan informasi, syarat administratif yang kaku, sampai penolakan tak kasat mata, harus dihadapi para pencari kerja dengan disabilitas.
Kisah ini seperti yang dialami Raka asal Pamulang, Tangerang Selatan dan Faiz asal Bekasi selaku pencari kerja tuli. Mereka benar-benar kesulitan untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Keduanya hadir ke acara job fair di SMESCO, pagi ini, dengan harapan menemukan perusahaan yang siap mempekerjakan mereka secara inklusif.
Raka mengungkapkan, ini bukan kali pertama dirinya berjuang di job fair. Ia tercatat sudah enam kali menghadiri bursa kerja dan melamar ke berbagai perusahaan. Namun dari sekian banyak lamaran yang dikirimkan, ia kerap mendapat diskriminasi dengan alasan tidak menerima disabilitas atau bahkan sang pemberi kerja mendadak 'hilang kabar'.
"Saya sudah pernah datang ke job fair enam kali. Banyak perusahaan yang saya lamar, tapi tidak ada yang memberikan informasi kejelasan. Bahkan ada yang di awal bilang menerima lowongan administrasi, tapi begitu diinfokan kembali, ternyata tidak bisa menerima disabilitas," ungkap Raka dengan bantuan penerjemah saat ditemui di lokasi, Jumat (23/10/2026).
Raka menyebut kendala diskriminasi seperti ini cukup sering ia alami saat mencari kerja. Namun hal ini tidak mengecilkan niatnya untuk mencari kerja, yang bahkan di job fair kali ini, selain menyasar lowongan khusus disabilitas, ia juga memberanikan diri untuk mendatangi stan perusahaan umum.