"Saat berbicara dengan para guru, baik secara formal maupun informal, mereka mengungkapkan bahwa ketika beberapa keluarga mengirim anak-anak mereka ke prasekolah, mereka benar-benar berharap anak-anak tersebut berada di sana untuk belajar dan siap untuk taman kanak-kanak," tuturnya.
Selain itu, keterbatasan penelitian lainnya adalah jumlah sampel yang kecil dan juga diversitas guru yang terbatas. Namun, peneliti tetap menekankan bahwa mempersiapkan anak-anak untuk melangkah ke jenjang selanjutnya bukan berarti menghentikan waktu bermain.
Permainan yang direncanakan dengan baik justru dapat menjadi cara efektif untuk membekali anak dengan berbagai keterampilan penting.
"Pembelajaran berbasis bermain adalah strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak," ujar Purtell.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.