NADIKABAR.COM — Para ilmuwan menyebut ukuran Bulan yang semakin menyusut seiring dikarenakan adanya pendinginan bagian dalam secara bertahap dari waktu ke waktu.
Temuan soal kondisi satelit Bumi ini dituliskan para peneliti dalam sebuah jurnal bertajuk "Thrust Faulting and Late-Stage Contraction of the Moon".
Studi yang diterbitkan oleh The Planetary Scince Journal pada Rabu (14/10) ini mengidentifikasi lebih dari 10.0000 sesar muda yang tersebar di permukaan Bulan dan memperkirakan bahwa jari-jari Bulan telah berkurang sekitar 45 meter selama 400 hingga 800 juta tahun terakhir.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan pengamatan dari Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) yang memetakan lobate scarps atau ribuan bentang alam yang terbentuk akibat penyusutan, serta punggung-punggung kecil di dataran mare. Pemetaan ini dilakukan di dataran tinggi Bulan maupun mare, yaitu hamparan daratan luas dan gelap yang terlihat di permukaan Bulan.
Para ahli turut memperkirakan jika laju penyusutan jari-jari Bulan tetap konstan selama periode tersebut, hal ini menunjukkan bahwa ukuran Bulan menyusut sekitar 6 hingga 11 sentimeter setiap tahun, atau sekitar 0,1 mikrometer per tahun.
Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata pergerakan lempeng Bumi, yaitu sekitar 1,5 sentimeter per tahun. Mereka memperkirakan pergerakan ini kurang lebih sama dengan laju pertumbuhan kuku.