Dengan kontribusi mencapai 23,7 persen terhadap total pengadaan nasional, Jawa Timur menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan Bulog mencetak rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
"Capaian bersejarah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," kata Rizal.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, Bulog terus mengakselerasi penyerapan produksi petani untuk memperkuat ketersediaan cadangan pangan nasional.
Rizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian pengadaan pangan nasional.
Keberhasilan melampaui target pengadaan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan petani, pemerintah, aparat kewilayahan, pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan.
"Capaian pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Rizal.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi dan konsistensi seluruh pihak dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.