Dengan angka tersebut, Jawa Timur berkontribusi mencapai 23,7 persen atau hampir seperempat dari total pengadaan pangan nasional.

"Dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi tasyakuran memiliki makna strategis, mengingat besarnya kontribusi wilayah tersebut terhadap pengadaan nasional," ujar Ahmad Rizal dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan Jatim melampaui target mencerminkan kuatnya kolaborasi tim redaksi BULOG, petani, mitra penggilingan, hingga pemerintah daerah setempat.

"Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi beras nasional yang memberikan kontribusi besar bagi cadangan pangan pemerintah," tegas Ahmad Rizal.

Lebih lanjut, capaian bersejarah ini adalah wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto. Utamanya dalam memperkuat ketahanan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.