Pihaknya sendiri saat ini telah menyerap sekitar 300.000 ton setara gabah dari target prognosa 340.000 ton sepanjang 2026, dengan peluang penambahan volume hingga akhir tahun.
βSekarang penyerapan stabil di sekitar 300 ton sehari. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode panen raya pada April hingga Mei, ketika pembelian gabah sempat mencapai 7.000 ton per hari menyusul tingginya ketersediaan hasil panen di sejumlah daerah,β ujarnya.
Ia menjelaskan Bulog membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui skema PSO, yakni penugasan pelayanan publik untuk mendukung penyerapan hasil panen petani.
βUntuk November dan Desember, Perum Bulog masih melayani penyerapan gabah dengan skema maklun,β katanya.