Lebih lanjut, ia mengatakan, penyerapan gabah dari petani terus berlanjut mengingat sebagian di wilayah kerjanya masih melakukan panen di antaranya Kabupaten Langkat dan Kabupaten Serdang Bedagai.
"Estimasi penyerapan gabah di daerah tersebut bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 ton lagi sampai Desember 2026, sebagai upaya dalam memperkuat stok pangan," ucapnya.
Lutfillah mengatakan, gabah hasil penyerapan tersebut akan diolah menjadi beras sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah untuk mendukung berbagai program, di antaranya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan penyaluran bantuan pangan kepada penerima manfaat.