“Harapan saya maksimal tiga hari jagung ini sudah sampai di Tanjung Perak dan siap disalurkan kepada seluruh peternak mikro di Pulau Jawa. Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi. Pemerintah selalu hadir dan merespons dengan cepat kebutuhan masyarakat, termasuk para peternak mikro,” tegas Ahmad Rizal.

Selain pengiriman 10.000 ton dari Sulawesi Selatan, BULOG juga mempersiapkan pengiriman sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo. Sementara itu, mobilisasi sekitar 8.000 ton jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan melalui jalur laut maupun darat, termasuk melalui penyeberangan Bali menuju Jawa Timur. Secara keseluruhan, sekitar 33.000 ton jagung menjadi bagian dari langkah percepatan mobilisasi pasokan dari ketiga wilayah tersebut untuk memperkuat ketersediaan jagung pakan bagi peternak mikro di Pulau Jawa.

Ahmad Rizal menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan jagung pakan tidak terlepas dari tingginya permintaan telur dan daging ayam, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan bahan baku pakan, khususnya bagi peternak mikro. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah telah menetapkan tambahan penugasan SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton, sehingga BULOG terus mengoptimalkan distribusi dari wilayah-wilayah sentra produksi menuju daerah yang membutuhkan.