Melalui program SPHP, jagung pakan disediakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak melalui mekanisme penyaluran yang ditetapkan. Program ini secara khusus ditujukan kepada peternak mikro melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan, guna membantu menjaga keterjangkauan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Terkait pengiriman jagung dari Sulawesi Selatan, Ahmad Rizal memastikan bahwa langkah tersebut tetap mempertimbangkan ketersediaan pasokan di daerah asal. Berdasarkan laporan saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton, dengan potensi tambahan pasokan dari panen berikutnya pada November mendatang. BULOG terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan distribusi antardaerah dan ketersediaan stok setempat, sehingga penguatan pasokan bagi peternak di Pulau Jawa tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah produsen.

Melalui percepatan distribusi dan pengawalan langsung proses pengiriman ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjalankan penugasan pemerintah secara responsif, terukur, dan tepat sasaran. BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, pelaku logistik, serta koperasi peternak guna memastikan jagung SPHP dapat segera dimanfaatkan oleh penerima program. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha peternak mikro, memperkuat ketersediaan bahan baku pakan, serta mendukung stabilitas pasokan telur dan daging ayam bagi masyarakat Indonesia.