NADIKABAR.COM — Perum Bulog memeriksa sekitar 2.000 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, untuk memperketat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pemeriksaan dilaksanakan oleh satuan tugas khusus bersama jajaran kantor wilayah dan cabang sebagai tindak lanjut kasus dugaan penyalahgunaan beras SPHP di Jakarta Timur.
"Satgas khusus ini juga berjalan mulai hari ini dilaksanakan secara serentak seluruh tanah air," kata Rizal seusai meninjau sejumlah RPK di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, Bulog memiliki sekitar 554 kantor cabang yang masing-masing diarahkan memeriksa empat RPK, sehingga sasaran pemeriksaan pada hari pertama diperkirakan mencapai sekitar 2.000 gerai.
"Sekitar 2.000 RPK di hari ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh pimpinan kantor wilayah dan cabang Bulog dikerahkan untuk memeriksa RPK di daerah masing-masing guna memastikan beras pemerintah disalurkan sesuai ketentuan.
Menurut Rizal, pemeriksaan akan terus dilaksanakan untuk mencegah penyalahgunaan beras SPHP maupun beras bantuan pangan bagi kepentingan pribadi ataupun kegiatan komersial yang menyimpang dari peruntukannya.
Di Jakarta, Rizal mengunjungi beberapa RPK yang dipilih secara acak untuk memeriksa kepatuhan mitra, mulai dari proses pemesanan beras melalui aplikasi Klik SPHP hingga penjualan kepada masyarakat.
Pengecekan tersebut juga bertujuan memastikan mitra RPK menjalankan penjualan komoditas lainnya, seperti minyak goreng Minyakita dan gula, sesuai standar operasional yang berlaku.