Perbandingan itu memperlihatkan besarnya kapasitas cadangan pemerintah Indonesia, meskipun cakupan dan periode pencatatan antarnegara memiliki perbedaan.
Sementara itu, Vietnam melaporkan pengadaan cadangan pangan nasional sebesar 500.000 ton sepanjang 2025, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah pengadaan cadangan negara tersebut.
Angka tersebut merupakan realisasi pengadaan selama satu tahun, bukan posisi stok terkini yang dapat dibandingkan langsung dengan CBP Indonesia. Adapun Thailand dan Myanmar belum memiliki data stok cadangan pemerintah yang cukup terkonfirmasi untuk perbandingan setara.
Meski demikian, besarnya cadangan yang dikuasai Indonesia tetap memperlihatkan posisi yang sangat menonjol di kawasan, sekaligus menunjukkan kesiapan negara dalam menghadapi ketidakpastian iklim, dinamika perdagangan global, dan potensi gangguan rantai pasok pangan.
Kekuatan cadangan beras Indonesia tersebut tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah memperkuat produksi dalam negeri dan mengoptimalkan penyerapan gabah serta beras petani melalui Perum Bulog.
Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri telah mencapai 4.238.543 ton setara beras atau 105,96 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian itu menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog, sekaligus menunjukkan keberhasilan penguatan peran negara dalam menyerap hasil panen petani, membangun cadangan pangan yang kokoh, dan menjaga keseimbangan pasokan dari tingkat produsen hingga konsumen.
βMasyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton,β tegas Rizal.