Lebih lanjut, Rizal menekankan kekuatan cadangan beras nasional harus diikuti dengan pengelolaan dan penyaluran yang optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Cadangan yang besar bukan sekadar menunjukkan kemampuan negara dalam menyimpan pangan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga, memperluas akses pangan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat ketika menghadapi tekanan pasar.
"Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,β ujarnya.
Untuk memastikan besarnya cadangan tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat, Bulog terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.
Pemerintah telah menyiapkan tambahan alokasi SPHP beras sebesar 1 juta ton guna memperkuat pasokan pasar dan menjaga keterjangkauan harga.
Di sisi lain, bantuan pangan beras periode OktoberβDesember 2026 kembali menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP), masing-masing memperoleh 10 kilogram beras per bulan.
Dengan dukungan jaringan pergudangan dan distribusi Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia, besarnya cadangan beras nasional terus dioptimalkan untuk memperkuat stabilitas pangan dari Sabang sampai Merauke.