NADIKABAR.COM — Perum Bulog Semarang mengoptimalkan peran Tim Jemput Gabah untuk mempercepat penyerapan gabah petani dengan mendatangi lokasi panen, memastikan hasil produksi terserap, serta mendukung penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan melalui Tim Jemput Gabah, pihaknya bergerak aktif mendatangi area persawahan untuk mempercepat proses penyerapan gabah petani di berbagai wilayah kerja.
"Tim Jemput Gabah salah satu sarana yang kita pakai untuk menyerap gabah petani karena kita harus mengawal swasembada. Tim ini rata-rata pegawai Bulog Semarang," kata Yudha.
Penyerapan dilakukan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan informasi panen dari petani, Gabungan Kelompok Tani, penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, dan dinas pertanian setempat.
Ia mengatakan koordinasi yang dibangun sejak awal membantu petugas mengetahui lokasi serta waktu panen petani.
Menurut dia, setelah memperoleh informasi panen, Tim Jemput Gabah Bulog segera menyiapkan petugas, armada pengangkut, serta kebutuhan teknis untuk mendukung kelancaran penyerapan gabah.
Dalam pelaksanaannya, ia mengatakan Tim Jemput Gabah mendatangi lahan petani yang memasuki masa panen untuk melakukan pemeriksaan, penimbangan, dan pembelian gabah.
Proses penyerapan dilakukan dengan melibatkan petugas pemeriksa kualitas Bulog agar gabah yang diterima sesuai ketentuan serta tercatat secara tertib dan transparan.
Ia menjelaskan keberadaan Tim Jemput Gabah membuat petani tidak perlu mencari pembeli karena Bulog hadir langsung menyerap hasil produksi di lokasi panen.
Selain mempercepat penyerapan, pola jemput gabah juga memperkuat hubungan Bulog dengan petani melalui komunikasi yang lebih dekat dan koordinasi berkelanjutan.
Gabah yang telah diserap kemudian dikirim menuju Sentra Penggilingan Padi (SPP) atau mitra pengolahan untuk diproses menjadi beras sebelum disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mencatat pengadaan gabah kering panen (GKP) hingga saat ini mencapai 188.000 ton dalam upaya memenuhi target penyerapan hasil panen petani.
Yudha mengatakan jumlah tersebut merupakan capaian pengadaan GKP, sementara stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 81.000 ton.
Menurut Yudha, realisasi penyerapan tersebut telah melampaui target yang ditetapkan untuk wilayah kerja Bulog Semarang dengan capaian sekitar 103 persen dari target pengadaan.