Sebelum masuk gudang, gabah petani terlebih dahulu dijemput melalui Tim Jemput Gabah (TJG) dari Bulog untuk kemudian diproses di Sentra Penggilingan Padi.

Setelah melalui tahap pengeringan dan penggilingan, beras dikemas sebelum dikirim ke gudang Bulog untuk menjadi bagian dari stok Cadangan Beras Pemerintah.

Yudha menegaskan pengawasan berlapis diperlukan agar beras yang disimpan tetap memiliki kualitas baik dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah.

Melalui proses pemeriksaan yang konsisten, Bulog Kantor Cabang Semarang berkomitmen menjaga mutu stok beras sekaligus mendukung ketersediaan pangan masyarakat.

Adapun Bulog Semarang hingga akhir Oktober 2026 mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton. CBP digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan masyarakat, stabilisasi pasokan dan harga pangan, hingga kebutuhan penanganan kondisi tertentu.

Ketahanan stok Bulog Semarang saat ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan ke depan sebelum memasuki masa panen berikutnya di tahun 2027.