NADIKABAR.COM — Perum Bulog Kantor Cabang Semarang memperketat pemeriksaan beras sebelum penyimpanan di gudang untuk memastikan kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga melalui proses pengawasan berlapis setelah melalui proses pengolahan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa mengatakan setiap beras dari Sentara Penggilingan Padi (SPP) yang tiba di gudang penyimpanan maka akan menjalani pemeriksaan ketat sebelum ditempatkan pada area penyimpanan.

"Sejak kami terima di gudang dengan menggunakan armada mungkin bisa truk dan lain-lain, kami lalu melakukan atau melihat, sortir dari kualitas," kata Yudha di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut Yudha, pemeriksaan dilakukan terutama terhadap kuantitas dan kondisi fisik kemasan untuk memastikan beras yang diterima sesuai standar pengelolaan gudang.

Petugas gudang melakukan pengecekan terhadap kemungkinan kemasan mengalami kerusakan, pecah, maupun indikasi kelembaban akibat proses pengangkutan menggunakan armada distribusi.

"Kami cek lagi, utamanya terkait dengan kuantiti dan penampilan dari kemasan. (Apakah) ada yang rusak, pecah, atau terindikasi mungkin basah di bawahnya karena bak truk dan angkutannya, segala macam," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di area pintu masuk gudang atau loading dock sebelum beras ditata dalam sistem penyimpanan sesuai prosedur operasional.

"Nah, ini kami lakukan di depan pintu gudang, di loading dock depan," tuturnya.

Yudha menjelaskan beras yang telah diperiksa kemudian disusun dalam stapel dengan penataan berdasarkan alat angkut yang digunakan saat proses distribusi.

Apabila ditemukan produk yang belum memenuhi standar, beras tersebut akan dipisahkan dan dikembalikan ke tempat pengolahan Sentra Penggilingan Padi untuk dilakukan proses standardisasi kembali sehingga kualitas beras tetap dapat terjaga.

"Terhadap barang yang sudah hasil sortir, sudah disingkirkan, itu bisa dibawa kembali ke tempat pengolahan untuk dilakukan standardisasi kembali," jelasnya.

Ia mengatakan pengendalian mutu tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang pengelolaan beras mulai dari penyerapan gabah petani hingga penyimpanan di gudang.

Sebelum masuk gudang, gabah petani terlebih dahulu dijemput melalui Tim Jemput Gabah (TJG) dari Bulog untuk kemudian diproses di Sentra Penggilingan Padi.

Setelah melalui tahap pengeringan dan penggilingan, beras dikemas sebelum dikirim ke gudang Bulog untuk menjadi bagian dari stok Cadangan Beras Pemerintah.

Yudha menegaskan pengawasan berlapis diperlukan agar beras yang disimpan tetap memiliki kualitas baik dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah.

Melalui proses pemeriksaan yang konsisten, Bulog Kantor Cabang Semarang berkomitmen menjaga mutu stok beras sekaligus mendukung ketersediaan pangan masyarakat.

Adapun Bulog Semarang hingga akhir Oktober 2026 mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton. CBP digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan masyarakat, stabilisasi pasokan dan harga pangan, hingga kebutuhan penanganan kondisi tertentu.

Ketahanan stok Bulog Semarang saat ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan ke depan sebelum memasuki masa panen berikutnya di tahun 2027.