"Kami melakukan alternatif dengan menggandeng, bekerja sama dengan penggilingan-penggilingan kecil di sekitar, antara lain daerah Kendal dan daerah Demak yang banyak penggilingannya. Nah, itu kami menyerap beras produksi mereka sebagai bahan baku untuk beras premium," ujarnya.
Aziz menyebut saat ini sekitar delapan hingga sepuluh penggilingan kecil secara rutin memasok bahan baku kepada Bulog SPP Kendal sesuai kebutuhan produksi yang berjalan setiap periode. Meski begitu, dia tidak menyebutkan secara rinci berapa volume pembelian tersebut.
Hanya saja, dia mengatakan kerja sama tersebut tidak menggunakan kontrak resmi ataupun sistem maklon, melainkan dilakukan melalui mekanisme PO sehingga pembelian dilakukan sesuai kebutuhan produksi dan ketersediaan pemasok.
Melalui sistem tersebut, penggilingan kecil tetap leluasa menjual hasil produksinya, sementara Bulog memperoleh pasokan bahan baku tambahan tanpa mengikat mitra dalam perjanjian jangka panjang.
Aziz menjelaskan pola tersebut juga membantu penggilingan kecil mempercepat perputaran stok karena Bulog membeli hasil produksi mereka ketika kapasitas penyimpanan mulai terbatas setelah panen.