Bulog tetap membuka dua jalur pengadaan, yakni membeli gabah kering panen untuk diolah menjadi beras maupun membeli beras sebagai bahan baku melalui proses rice to rice.

Alternatif pembelian beras dari penggilingan kecil terutama dilakukan ketika harga gabah meningkat dan persaingan memperoleh bahan baku antarpenggilingan semakin ketat setelah musim panen selesai.

Aziz menegaskan bahan baku berupa beras dari penggilingan kecil tetap dapat diolah menjadi beras premium sepanjang kondisinya masih segar dan memenuhi persyaratan pengolahan Bulog.

Bulog berharap kolaborasi dengan penggilingan kecil menjaga keberlanjutan produksi beras premium sekaligus menciptakan hubungan saling menguntungkan antara industri pengolahan dan pelaku usaha penggilingan daerah.

Dia mengaku saat ini permintaan beras premium cukup tinggi di pasaran sehingga pihaknya memperkuat produksi guna menjaga stabilitas harga di pasaran sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp14.900 per kilogram.