Lebih lanjut, Titiek menilai bahwa kemasan baru tersebut tidak hanya menjadi pembaruan identitas produk, tetapi juga membawa pesan penting mengenai penghargaan terhadap hasil pertanian dalam negeri dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat. “Saya berharap Beras Kita Medium dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap beras SPHP. Kemasan yang menampilkan kekayaan alam dan semangat perjuangan petani Indonesia ini juga menjadi pengingat bahwa kemandirian pangan harus terus kita bangun bersama. Yang terpenting, masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, sementara petani dalam negeri terus mendapatkan dukungan,” lanjut Titiek.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa peluncuran kemasan baru Beras Kita Medium merupakan bagian dari langkah BULOG dalam memperkuat identitas beras SPHP sekaligus mendukung arah kebijakan pemerintah menuju kemandirian pangan nasional. “Beras Kita Medium bukan sekadar perubahan nama dan kemasan, tetapi membawa semangat baru dalam menghadirkan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Melalui filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, kami ingin menjadikan Beras Kita sebagai simbol kedekatan BULOG dengan keluarga Indonesia, sekaligus bentuk apresiasi terhadap perjuangan petani yang menjadi fondasi kekuatan pangan bangsa,” ujar Rizal.
Rizal menambahkan bahwa momentum dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi penguatan bagi BULOG untuk terus menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari penyerapan hasil panen petani, pengelolaan cadangan beras pemerintah, hingga penyaluran beras SPHP kepada masyarakat. “Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, BULOG terus berkomitmen memperkuat peran dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Melalui wajah baru Beras Kita Medium, kami ingin memastikan bahwa beras SPHP tidak hanya semakin dikenal masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pangan yang berkualitas, terjangkau, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh keluarga Indonesia,” tegas Rizal.