NADIKABAR.COM — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menyerap 4,11 juta ton beras petani hingga awal Oktober 2026 dan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

"Bulog diperintahkan menyerap gabah setara beras 4 juta ton pada 2026," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Jumat.

Rizal mengatakan bahwa data hingga 8 Oktober 2026, Bulog telah telah merealisasikan penyerapan beras milik petani sebanyak 4,11 juta ton atau setara 102 persen dari target.

Menurut dia, capaian tersebut melampaui penyerapan pada 2025 dengan capaian 3,19 juta ton dan berada di atas capaian tahun sebelumnya, dan bahkan melampaui penyerapan tertinggi pada 2012 silam yaitu 3,65 juta ton.

Rizal menyatakan bahwa capaian tersebut juga berkat kerja sama dari semua pihak baik TNI, Polri, dan yang utama yaitu para petani.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu capaian ini bisa terwujud terutama kepada para petani. Berkat kerja keras bersama, dan semua akan bisa tercapai ketika bersatu demi swasembada pangan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Bulog terus mengoptimalkan seluruh instrumen pengadaan mulai dari penguatan jaringan pembelian ditingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan.

Selain itu, kata Rizal, yang tidak kalah penting yaitu penyerapan pada momentum awal panen sehingga bisa menjaga harga gabah ditingkat petani.

"Capaian ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang Bulog berdiri dan ini bukan sekedar angka, dibaliknya ada kerja keras semua pihak," katanya menambahkan.

Rizal mengungkapkan bahwa capaian penyerapan 4,11 juta ton beras juga menjadi kado dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk swasembada pangan.