NADIKABAR.COM — Jakarta (NadiKabar) – Perum BULOG terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional melalui pelaksanaan penugasan pemerintah, baik dalam penyerapan jagung produksi petani dalam negeri maupun penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui program tersebut, BULOG menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram guna mendukung ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.

Pelaksanaan program SPHP jagung tahun 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, dari total alokasi sekitar 241.972 ton, realisasi penyaluran telah mencapai 185.699 ton atau sekitar 76,7 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen BULOG dalam mempercepat distribusi jagung agar manfaat program semakin luas dirasakan oleh peternak di berbagai daerah.

Secara khusus, penyaluran SPHP jagung kepada peternak mikro juga terus diakselerasi. Hingga 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran jagung bagi peternak mikro telah mencapai 112.205.780 kilogram atau 112.205,78 ton, setara 74,71 persen dari total pagu sebesar 150.171.750 kilogram atau 150.171,75 ton. Capaian tersebut menunjukkan keseriusan BULOG dalam memperluas akses peternak mikro terhadap jagung pakan dengan harga terjangkau, sehingga dapat membantu meringankan biaya produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., dalam keterangannya di Jakarta menegaskan bahwa percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan bagian dari langkah konkret BULOG dalam memastikan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung nasional.