“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak. Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Hingga saat ini, program SPHP jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran dilaksanakan melalui koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi. Melalui mekanisme tersebut, BULOG berupaya memastikan distribusi jagung berlangsung tepat sasaran dan mendukung kebutuhan peternak secara berkelanjutan.
Di tengah percepatan penyaluran, BULOG memastikan ketersediaan stok jagung pemerintah secara nasional dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan posisi per 7 Oktober 2026, total persediaan jagung pemerintah mencapai 98.442 ton. Kondisi ini menjadi modal penting bagi BULOG untuk menuntaskan penyaluran sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Meski stok secara nasional mencukupi, BULOG tetap mengoptimalkan pemerataan distribusi untuk memastikan kebutuhan di setiap wilayah dapat terpenuhi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah percepatan pergerakan stok antardaerah melalui mekanisme movement nasional (movenas), terutama untuk mendukung pemenuhan kebutuhan di Jawa Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. BULOG juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, koperasi, asosiasi peternak, serta seluruh jajaran wilayah agar penyaluran sisa alokasi SPHP jagung dapat diselesaikan.