“Jadi kami tegaskan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena secara nasional, stok jagung yang dikelola BULOG sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP. Fokus kami saat ini adalah mempercepat pergerakan stok ke daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.

Selain mempercepat penyaluran SPHP, BULOG terus menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri. Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar 1 juta ton, dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang BULOG. Penyerapan terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan jaringan pengadaan di daerah sebagai bentuk dukungan terhadap kepastian pasar bagi petani serta penguatan cadangan jagung nasional.

Melalui penguatan pengadaan jagung dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, serta percepatan penyaluran SPHP dengan harga Rp5.000 per kilogram, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak khususnya menghadapi momen akhir tahun nanti yaitu Natal dan Tahun Baru. Sinergi dari hulu hingga hilir ini menjadi bagian dari kontribusi nyata BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperkuat keberlanjutan sektor peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.