Menariknya, 2026 QQ8 sebenarnya tidak pernah mendekati Bumi dalam jarak yang sangat dekat. Jarak terdekat orbitnya dari Bumi diperkirakan sekitar 570.000 kilometer, atau sekitar 1,5 kali jarak rata-rata Bumi-Bulan.
Asteroid ini juga bukan pertama kalinya melintas dekat Bumi. Berdasarkan rekonstruksi orbit, objek tersebut pernah mendekati Bumi pada 1965 dan diperkirakan akan kembali melintas pada 2058. Namun, kedua peristiwa itu tidak membuatnya tertangkap gravitasi Bumi.
Fenomena Bulan mini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bumi pernah memiliki objek serupa, di antaranya asteroid 2020 CD3 dan 2024 PT5 yang sempat berada dekat Bumi selama beberapa waktu.
Namun, astronom membedakan mini-Moon dengan quasi-Moon atau Bulan semu. Mini-Moon merupakan benda langit yang benar-benar tertangkap gravitasi planet dan bergerak mengitarinya untuk sementara waktu. Sebaliknya, quasi-Moon sebenarnya mengorbit Matahari, tetapi memiliki lintasan yang membuatnya terlihat seolah-olah bergerak bersama Bumi.
Asteroid 2026 QQ8 termasuk kategori pertama karena benar-benar berada dalam pengaruh gravitasi Bumi. Keberadaan objek semacam ini juga menarik bagi penelitian astronomi. Mini-Moon dapat menjadi kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari asteroid dekat Bumi dari jarak relatif dekat, termasuk karakteristik fisik dan asal-usulnya.