Firnando menilai BUMN tekstil baru tidak boleh hanya berorientasi pada pembentukan perusahaan, tetapi harus mampu menjadi penggerak pemulihan ekosistem pertekstilan nasional. Terlebih, Danantara membuka peluang untuk menggandeng perusahaan tekstil eksisting dan mengembangkan industri yang terintegrasi dalam satu kawasan.

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat rantai pasok tekstil dari hulu hingga hilir, meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui teknologi, serta mengoptimalkan aset dan sumber daya industri yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.

"BUMN ini harus bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan dunia pertekstilan Indonesia. Kita ingin industri tekstil nasional kembali kuat dan berjaya. Karena itu, jangan hanya membangun perusahaan baru, tetapi juga perkuat perusahaan yang sudah ada, tingkatkan teknologinya, ciptakan lapangan kerja, dan bangun ekosistem industri yang mampu bersaing," ujarnya.