Dokumen tersebut berkaitan dengan akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga berbagai urusan administratif ketika seseorang tumbuh dewasa.

Konteks ini membuat Bunda Jelita memiliki arti lebih besar daripada sekadar kemudahan birokrasi. Ketika akta kelahiran, KK, dan KIA diproses dalam satu rangkaian, yang sedang dibangun sesungguhnya adalah kesinambungan identitas anak sejak hari pertama kehidupannya.

Dalam program ini, Surabaya juga tidak memulai dari ruang kosong. Disdukcapil telah membangun kerja sama dengan fasilitas kesehatan melalui layanan terintegrasi yang menghubungkan penerbitan akta kelahiran, KK, dan KIA.

Pada Agustus 2026, Disdukcapil Kota Surabaya kembali memperpanjang kerja sama dengan 32 rumah sakit untuk memperkuat pelayanan adminduk. Situs resmi disdukcapil juga menjelaskan bahwa data kelahiran dari fasilitas kesehatan dapat terhubung dengan sistem dukcapil, termasuk untuk mendukung pembaruan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Artinya, Bunda Jelita lebih tepat dilihat sebagai upaya memperkuat dan memperluas ekosistem layanan yang sudah dibangun, dengan memberikan satu titik tekan baru, yakni persiapan sejak masa kehamilan.