NADIKABAR.COM — Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Raflesia Tuan-mudae mekar sempurna di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan bunga raflesia mekar pada hari kedua dengan diameter sekitar 87 centimeter.

"Bunga dalam kondisi mekar pada hari kedua, beberapa hari ke depan sudah layur dan membusuk," katanya.

Ia mengatakan keberadaan bunga langka itu ditemukan oleh Tim BKSDA Sumbar, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin bersama mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (Unri) ketika melakukan monitoring tumbuhan dan satwa liar di Cagar Alam Maninjau, Minggu.

Saat itu, juga ditemukan satu individu bunga Raflesia Tuan-mudae yang sudah mekar beberapa minggu lalu dengan kondisi membusuk.

Sebanyak tiga knop bunga langka dan dilindungi Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan berbagai ukuran di lokasi tersebut.

"Berkemungkinan knop bunga bakal mekar dalam beberapa minggu ke depan," kata dia.

Kawasan Cagar Alam Maninjau di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan merupakan lokasi satu-satunya ditemukan Raflesia Tuan-mudae dan ditemukan semenjak 2017.

Bunga Raflesia Tuan-mudae juga sempat mekar sempurna dengan diameter terbesar di dunia sekitar 111 centimeter pada 2020.

Spesies Raflesia Tuan-mudae ini hampir mirip dengan Raflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik antara jenis Raflesia Tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan Raflesia Arnoldii.

Perbedaan terlihat pada warna kelopak (perigon), Raflesia Arnoldii lebih ke oranye, sedangkan Ralflesia Tuan-mudae ke arah merah marun.

Selain itu, dari pola putih atau bercak pada kelopak, Arnoldii dengan bercak ganda (besar dan kecil), sedangkan Tuan-mudae tunggal.

Ia mengatakan bercak pada Arnoldii juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan jika dibandingkan dengan jenis Tuan-mudae.

Ia menjelaskan di dunia saat ini ada 31 jenis tumbuhan raflesia yang 15 jenis di antaranya ada di Indonesia dengan 11 jenis di Pulau Sumatera. Raflesia Tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia.