NADIKABAR.COM — Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengajak seluruh pihak untuk ikut berperan dalam membangun daerah Kepulauan Seribu.
“Pembangunan di Kepulauan Seribu tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah tersebut,” kata Fadjar di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), perdagangan, hingga berbagai usaha berbasis potensi lokal.
Menurut dia, seluruh potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja.
“Serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Fadjar.
Di sisi lain, dia menyebutkan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) dapat menjadi salah satu mitra strategis Kabupaten Kepulauan Seribu dalam membangun perekonomian daerah melalui program dan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HIPPI Kepulauan Seribu periode 2026-2031 baru dilantik pada Senin (5/10)
Dia menilai ruang kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha masih terbuka luas. Kerja sama tersebut, di antaranya dapat dilakukan melalui penguatan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, pengembangan investasi, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Kami ingin dunia usaha tidak hanya menjadi penggerak perekonomian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu,” tutur Fadjar.
Dia pun berharap kepengurusan baru DPC HIPPI Kepulauan Seribu dapat menjadi jembatan yang kuat antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah.
“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha, memperkuat kerja sama, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan kesempatan usaha baru,” ungkap Fadjar.
Sementara itu, Ketua DPC HIPPI Kepulauan Seribu periode 2026-2031 Ayse Melissa Hamid menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi pengusaha lokal, khususnya sektor UMKM.
Dia mengatakan penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama HIPPI dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin berkembang, termasuk percepatan digitalisasi.
HIPPI Kepulauan Seribu, sambung dia, dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat kapasitas pengusaha lokal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing.
“HIPPI hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Fokus utama kami ke depan adalah mendorong kemandirian ekonomi daerah, memperluas akses UMKM, serta mempercepat transformasi digital bagi seluruh anggota,” ungkap Ayse.