NADIKABAR.COM — Bupati Siak Afni Zulkifli terus memperjuangkan Sultan Siak ke-2, Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah, untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangan tersebut disampaikan langsung usai menerima penghargaan detikSumatera Awards kategori Pendorong Tata Kelola Sumber Daya Alam Berkelanjutan.
Setelah menerima anugerah, Bupati kelahiran Siak Sri Indrapura itu secara khusus bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian cagar budaya di Siak, Afni juga mengingatkan kembali usulan Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional.
"Beliau Sultan Siak yang secara nyata ikut berperang melawan penjajah Belanda di masanya. Kami mengusulkan Sultan Siak ke 2 ini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, selain Sultan terakhir Siak, Sultan Syarif Kasim II. Kajian dan usulan ini sebenarnya sudah lama dan terus kita perjuangkan bersama," ungkap Bupati Afni dalam keterangan tertulisnya.
Afni turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI atas dana revitalisasi Istana Asserayah Hasyimiyah dan Balai Rung Sri sebesar Rp 5,5 miliar. Dana itu diperoleh tahun ini.
Perhatian pemerintah pusat terhadap peninggalan sejarah Kesultanan Siak, kata Afni, menjadi bagian penting dalam menjaga warisan sejarah dan kebudayaan Melayu di Riau.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik upaya pelestarian sejarah Kesultanan Siak. Karena memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia, termasuk menjadi salah satu kesultanan yang memberi pengakuan dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kesultanan Siak ini kan adalah Kesultanan yang termasuk pertama memberikan pengakuan dan bergabung ke NKRI, bahkan Sultannya menyerahkan harta kekayaannya dan kedaulatannya kepada Republik Indonesia. Jadi luar biasa, kita sangat menghargai perjalanan sejarah di Siak," ungkap Fadli Zon.