Fadli Zon juga memastikan dukungan terhadap pelestarian cagar budaya akan terus diberikan pemerintah. Begitu juga dengan perjuangan menjadikan Tengku Buwang Asmara sebagai pahlawan nasional.
"InsyaAllah akan dikaji bersama. Terkait bantuan cagar budaya, bantuan itu akan terus ada dan sebetulnya ini arahan dari Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto," ujar Fadli yang berencana akan berkunjung ke Siak.
Usulan Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional tidak terlepas dari rekam jejak perjuangannya menghadapi kolonial Belanda.
Dalam catatan sejarah, Tengku Buwang dikenal sebagai sosok pejuang yang disegani dan ditakuti Belanda. Salah satu perjuangannya yang paling dikenal adalah Perang Guntung, yakni perlawanan Kesultanan Siak terhadap Belanda di Pulau Guntung, muara Sungai Siak.
Setelah dinobatkan, Tengku Buwang kemudian memindahkan pusat kedudukannya ke Sungai Mempura pada 1750. Langkah tersebut dilakukan untuk menjauhkan pusat pemerintahan dari pengaruh Belanda.
Namun, Belanda terus berupaya mendapatkan akses perdagangan di Sungai Siak. Kesempatan akhirnya diberikan dengan syarat perdagangan bebas dan tanpa monopoli. Belanda kemudian mendirikan loji di Guntung yang berada di muara Sungai Siak.
Dalam praktiknya, Belanda justru menggunakan posisi strategis loji tersebut untuk memaksakan kepentingan dagang. Pedagang yang melintas dipaksa menjual barang dagangannya, sementara cukai juga dikenakan kepada orang yang lalu-lalang.