Dirinya juga membantah kabar yang menyebut aksi tersebut berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. "Kami tegaskan tidak benar. Tidak ada niatan gerakan buruh ini untuk menggoyang-goyang, menjatuhkan pemerintahan yang sah," tegasnya.
Menurut Andi Gani, hubungan buruh dengan Presiden Prabowo tetap baik. Bahkan, dia menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang selama ini membuka ruang dialog dengan buruh. Untuk itu, petisi yang akan disampaikan ke Istana disebutnya sebagai bentuk komunikasi antara buruh dengan pemerintah.
"Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada," jelasnya.
Andi Gani memastikan aksi akan berlangsung singkat. Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan mendapatkan respons dari Istana, massa langsung dibubarkan. Andi Gani menargetkan aksi selesai sebelum pukul 13.00 WIB.
"Setelah penyampaian selesai di Istana, kami akan mengumumkan kepada puluhan ribu anggota kami, setelah itu kami pulang. Tidak ada rencana bertahan sampai sore," jelasnya.
Massa juga tidak akan masuk ke kawasan Bundaran HI. Langkah tersebut, kata Andi Gani, untuk mencegah aksi dipolitisasi dan menghindari kesan adanya perlakuan berbeda terhadap kelompok massa lainnya.