"Korban sempat berontak, tapi kalah dengan tenaga terduga pelaku. Setelah selesai, korban dilarang cerita kepada siapa pun," ungkap WR.
EW lantas mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Saat itulah gadis berusia 15 tahun itu menceritakan perbuatan bejat EW kepada orang tuanya. Cerita putrinya yang berlinang air mata pun membuat ayah tiri korban, AG naik pitam.
Menurut WR, malam itu juga ayah tiri korban mencari keberadaan EW. Ternyata buruh tani tersebut masih tinggal serumah dengan mertuanya. Begitu bertemu terduga pelaku, ayah tiri korban memukulinya.
Pertikaian keluarga pun pecah malam itu. Mertua EW sampai melemparkan kursi ke ayah tiri korban. Beruntung lemparan tersebut meleset. Warga sekitar sampai berdatangan untuk melerai kedua pihak.
"Menjelang tengah malam itu saya ditelepon kepala dusun. Ternyata di rumah kepala dusun sudah banyak orang, ada linmas, RT, RW, keluarga kedua pihak," ujarnya.
Di rumah kepala dusun tersebut, WR mendapatkan cerita dari korban. Sedangkan EW bersikukuh membantah telah melakukan rudapaksa kepada korban. Bahkan, bapak anak satu ini menyatakan akan menuntut balik apabila tidak terbukti memerkosa korban.