Melalui program tersebut, pelaku UMKM yang siap ekspor dapat mempresentasikan produknya secara daring kepada perwakilan perdagangan Indonesia di negara tujuan. Selanjutnya, perwakilan perdagangan membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.

"UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Nanti perwakilan kita yang carikan buyer. Kalau dapat buyer asing dan ada kendala bahasa, kita sediakan penerjemah. Pelaku UMKM mau pakai bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, bebas saja," jelas Budi.

Kemendag juga menyiapkan pendampingan khusus untuk komoditas tertentu, termasuk koral hidup. Pendampingan mencakup desain kemasan atau packaging hingga teknik pendistribusian agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar internasional.

Program business matching Kemendag menunjukkan tren positif. Nilai transaksi dari program tersebut pada tahun lalu mencapai US$ 134,8 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Nilai transaksi kemudian meningkat pada periode Januari-Juli 2026 yang mencapai US$ 333 juta. Sebanyak 70 persen peserta program tersebut merupakan pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.